Selasa, 30 April 2013
Efektivitas dan Efisiensi
Dalam kegiatan apa pun, orang mengusahakan agar melalui kegiatan yang dilaksanakan baik sendiri maupun bersama-sama diperoleh hasil seperti yang diinginkan. Itu dibahasakan dengan banyak cara, misalnya, mencapai hasil, mewujudkan tujuan, mencapai sasaran, memenuhi kuota, dan lain-lain. Jika kegiatan yang diusahakan itu memeroleh hasil seperti yang dikehendaki, maka disebut efektif. Orientasi menuju hasil menimbulkan ukuran-ukuran efektivitas yang terus dipantau dan diusahakan kemajuannya. Efektivitas 60% berarti usaha baru mencapai hasil 60% dari hasil 100% yang diharapkan. Untuk itu lalu diupayakan melalui perbaikan proses kerja, penyempurnaan organisasi kerja, peningkatan motivasi dan ketrampilan kerja, agar hasil 100% dapat dicapai dalam tenggat waktu tertentu.
Namun, upaya mencapai hasil itu dilaksanakan dalam batasan tertentu. Bukan upaya all-out dalam arti habis-habisan tak peduli berapa pun pengorbanannya, melainkan usaha all-out dalam batas kaidah efisiensi. Artinya, hasil yang dikehendaki harus dicapai dengan anggaran biaya+tenaga (energi)+waktu yang sudah ditentukan, syukur bisa kurang dari anggaran itu. Jika pencapaian hasil terjadi dengan menghemat anggaran biaya+tenaga (energi)+waktu, maka disebut efisien.
Jika saya berbicara tentang manajemen kepada eksekutif atau karyawan perusahaan dan lembaga apa pun, maka pertama-tama kedua hal ini, yang merupakan sepasang prinsip manajemen, saya sampaikan sebagai dasar. Entah mereka itu pemimpin suatu perusahaan, anak perusahaan, divisi produk, bagian atau seksi, bahkan supervisor subseksi, efektivitas dan efisiensi harus tertanam dalam-dalam pikiran dan hati mereka (maksudnya menjadi fokus perhatian mereka).
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar