Rabu, 01 Mei 2013

Manajemen: Mempertahankan dan Mengembangkan




Bergumul dengan pelbagai soal yang muncul dalam kegiatan manusia yang terorganisasi dalam bidang dan rupa apa saja, baik publik (pemerintahan), swasta, niaga maupun sosial dan keagamaan, tugas utama adalah mempertahankan (maintain) dan mengembangkan (develop).  Tentu saja hal-hal yang positif. Jika dikaitkan dengan aset, maka mempertahankan aset yang produktif dan mengembangkan jumlah, kualitas dan produktivitasnya. Jika dikaitkan dengan sumber daya manusia maka mempertahankan tenaga-tenaga yang potensial dan dedikatif dan mengembangkan kapasitas  mereka dengan pembinaan motivasi, wawasan dan keahlian serta produktivitas mereka.  Jika dikaitkan dengan produk maka memelihara kemampuan produk untuk memenuhi kebutuhan pengguna, dan mengembangkan luasan penerimaan produk dengan pelbagai inovasi atas fitur dan karakteristis produk sehingga lebih memuaskan pengguna. Jika dikaitkan dengan pasar maka mempertahankan posisi di pangsa pasar tertentu, dan mengembangkan pangsa pasar dengan berusaha menembus pelbagai pasar yang baru dikenal misalnya dengan usaha promosi, menambah jaringan distribusi,  mengemas pola layanan khas.  Total jendral secara institusional merupakan dorongan mempertahankan kelangsungan hidup dan karya pelayanan lembaga/perusahaan secara berkelanjutan dan mengembangkan kapasitas dan kinerja dalam memberikan manfaat kepada semakin banyak orang.


Intisari seluruh upaya ini, yaitu memertahankan dan mengembangkan, harus menjadi dorongan utama dalam pelbagai jajaran, proses, peran dan fungsi lembaga/perusahaan, yang mewarnai seluruh dinamika manajemen di semua tingkat.  Upaya dasar ini sebenarnya bukan tambahan dari luar, melainkan mengalir dari dalam kodrat manusia sebagai panggilan hidupnya: mempertahankan dan mengembangkan hidup. Ini juga menjadi ajaran etis agama apa saja. Namun di dalam usaha terorganisasi, dorongan dasar ini harus disadari selalu, agar di dalam interaksi dan komunikasi  tugas-tugas ditampakkan dan diwujudkan.  Semangat dasar memertahankan dan mengembangkan haruslah tertuang dalam pelbagai pikiran dan perkataan, baik ketika dituangkan dalam rancangan misi, rencana-rencana strategi dan taktis, ketika dilakukan komunikasi keorganisasian dan pembagian tugas, dan juga tertuang dalam tindakan ketika proses aktivasi digulirkan, maupun ketika dilakukan pengendalian dan pelbagai tindakan koreksi.


Sering ada keinginan-keinginan dan kecenderungan yang berlawanan dengan dorongan memertahankan dan mengembangkan, terutama dalam situasi persaingan yang ketat baik intern maupun ekstern. Keinginan negatif itu bersifat merusak dan menghancurkan, baik diri sendiri maupun pihak lain. Tentu saja merupakan kecenderungan yang merugikan. Namun ini tidak pernah dibiarkan sejak titik awalnya. Sebab jauh dari dalam lubuk sanubari setiap orang, keinginan dan kecenderungan seperti itu justru sudah ditentang sendiri, dan ada bisikan dan panggilan nurani untuk “fair play” yang mengemuka. Tanggapan atas protes hati nurani itu, jika diikuti secara positif, niscaya mengembalikan pribadi, lembaga/perusahaan pada jalur yang benar lagi, yang pada fitrahnya adalah kewajiban memertahankan dan mengembangkan kebaikan-kebaikan.



Di atas dorongan dasar mempertahankan dan mengembangkan itulah seluruh usaha manajemen dibangun. Di atas dasar yang sama itu nantinya digulirkan upaya-upaya “perbaikan berkelanjutan” (continuous improvement) di semua lini kegiatan. Mendatangkan lebih banyak manfaat bagi semakin banyak orang. Menjadi saluran berkat yang lebih efektif bagi semakin banyak umat manusia. Menjadi alasan perayaan syukur kapan saja dan di mana saja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar