Bergumul dengan
pelbagai soal yang muncul dalam kegiatan manusia yang terorganisasi dalam
bidang dan rupa apa saja, baik publik (pemerintahan), swasta, niaga maupun
sosial dan keagamaan, tugas utama adalah mempertahankan (maintain) dan
mengembangkan (develop). Tentu saja
hal-hal yang positif. Jika dikaitkan dengan aset, maka mempertahankan aset yang
produktif dan mengembangkan jumlah, kualitas dan produktivitasnya. Jika
dikaitkan dengan sumber daya manusia maka mempertahankan tenaga-tenaga yang
potensial dan dedikatif dan mengembangkan kapasitas mereka dengan pembinaan motivasi, wawasan dan
keahlian serta produktivitas mereka. Jika
dikaitkan dengan produk maka memelihara kemampuan produk untuk memenuhi
kebutuhan pengguna, dan mengembangkan luasan penerimaan produk dengan pelbagai
inovasi atas fitur dan karakteristis produk sehingga lebih memuaskan pengguna.
Jika dikaitkan dengan pasar maka mempertahankan posisi di pangsa pasar
tertentu, dan mengembangkan pangsa pasar dengan berusaha menembus pelbagai
pasar yang baru dikenal misalnya dengan usaha promosi, menambah jaringan
distribusi, mengemas pola layanan khas. Total jendral secara institusional merupakan
dorongan mempertahankan kelangsungan hidup dan karya pelayanan
lembaga/perusahaan secara berkelanjutan dan mengembangkan kapasitas dan kinerja
dalam memberikan manfaat kepada semakin banyak orang.
Intisari seluruh
upaya ini, yaitu memertahankan dan mengembangkan, harus menjadi dorongan utama
dalam pelbagai jajaran, proses, peran dan fungsi lembaga/perusahaan, yang
mewarnai seluruh dinamika manajemen di semua tingkat. Upaya dasar ini sebenarnya bukan tambahan dari
luar, melainkan mengalir dari dalam kodrat manusia sebagai panggilan hidupnya:
mempertahankan dan mengembangkan hidup. Ini juga menjadi ajaran etis agama apa
saja. Namun di dalam usaha terorganisasi, dorongan dasar ini harus disadari
selalu, agar di dalam interaksi dan komunikasi tugas-tugas ditampakkan dan diwujudkan. Semangat dasar memertahankan dan
mengembangkan haruslah tertuang dalam pelbagai pikiran dan perkataan, baik
ketika dituangkan dalam rancangan misi, rencana-rencana strategi dan taktis,
ketika dilakukan komunikasi keorganisasian dan pembagian tugas, dan juga
tertuang dalam tindakan ketika proses aktivasi digulirkan, maupun ketika
dilakukan pengendalian dan pelbagai tindakan koreksi.
Sering ada
keinginan-keinginan dan kecenderungan yang berlawanan dengan dorongan
memertahankan dan mengembangkan, terutama dalam situasi persaingan yang ketat
baik intern maupun ekstern. Keinginan negatif itu bersifat merusak dan
menghancurkan, baik diri sendiri maupun pihak lain. Tentu saja merupakan
kecenderungan yang merugikan. Namun ini tidak pernah dibiarkan sejak titik
awalnya. Sebab jauh dari dalam lubuk sanubari setiap orang, keinginan dan
kecenderungan seperti itu justru sudah ditentang sendiri, dan ada bisikan dan panggilan
nurani untuk “fair play” yang mengemuka. Tanggapan atas protes hati nurani itu,
jika diikuti secara positif, niscaya mengembalikan pribadi, lembaga/perusahaan
pada jalur yang benar lagi, yang pada fitrahnya adalah kewajiban memertahankan
dan mengembangkan kebaikan-kebaikan.
Di atas dorongan
dasar mempertahankan dan mengembangkan itulah seluruh usaha manajemen dibangun.
Di atas dasar yang sama itu nantinya digulirkan upaya-upaya “perbaikan
berkelanjutan” (continuous improvement) di semua lini kegiatan. Mendatangkan
lebih banyak manfaat bagi semakin banyak orang. Menjadi saluran berkat yang
lebih efektif bagi semakin banyak umat manusia. Menjadi alasan perayaan syukur kapan saja dan di mana saja.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar